Hai, iya kamu, siapa pun itu.. Aku mau curhat karna aku gak tau harus curhat sama siapa. Mungkin kamu yang baca ini bener-bener orang pilihan yang bisa dengar isi hatiku malam ini.
Malam ini terulang lagi, mengunci pintu, nangis lagi, overthinking lagi. Sekarang aku sudah kepala dua, tepatnya 22 tahun. Tapi sampai sekarang belum ada pencapaian yang aku dapat, masih menggantungkan hidup dengan orangtua, belum bisa seperti yang lain, punya pekerjaan dengan gaji besar yang diimpikan kebanyakan orang.
Apakah suatu saat aku bisa seperti mereka? Bagaimana kehidupan aku kedepannya? Akankah masa depanku cerah? Itu yang selalu aku pertanyakan tiap malam.
Makin kesini makin ngerasa gak punya teman sama sekali. Tempat curhatpun gak ada. Aku tak tau harus cerita dengan siapa 😭 hanya bisa memendam.
Apakah dewasa seperti ini? Harus kehilangan teman satu persatu, aku ngerti semua gak bisa seperti dulu, mereka punya kesibukan masing-masing. Hanya saja, aku merasa belum siap untuk dewasa.
Usia orangtua tidak lagi muda, aku bisa saja kehilangan mereka kapanpun Allah mau mengambil mereka 😭, jujur aku belum siap kalau harus kehilangan mereka, jika itu terjadi aku akan merasa sangat-sangat kehilangan, Ya Allah panjangkan umur mereka, aku ingin hidup lebih lama bersama mereka 😭.